Buku ini menyajikan dua buah lakon drama sastra. Lakon pertama, Hilang Menjelang Fajar, berfokus pada dinamika pertalian cinta dan adat perkawinan di daerah asal pengarang (Nusa Tenggara Barat). Lakon kedua berjudul Tantangan, yang mengisahkan tentang perjuangan gigih rakyat dalam menentang penjajahan orang-orang asing yang ingin memperbudak penduduk asli.