Buku ini membahas dan membandingkan kekerasan pada masa fasis Jepang dan neofasis Orde Baru pasca 1965. Kekerasan massal terhadap perempuan berulang terjadi pada tiap-tiap masa krisis dan transisi dalam sejarah politik Indonesia, yakni pada periode singkat kekuasaan Jepang, pada periode konsolidasi Orde Baru pasca 1965, dan pada 1998. Buku ini membahas dan membandingkan kekerasan pada masa f…
Garis besar buku ini menceritakan kisah Max Havelaar sebelum, saat, dan ketika ia diberhentikan menjadi Asisten Residen Lebak dan dipindah tugaskan ke tempat lain. Namun karena harga dirinya, ia memilih untuk mengundurkan diri saat itu juga, namun masih tetap memperjuangkan nasib rakyat Lebak dengan membawa masalahnya ke hadapan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, namun apa daya Sang Gubernur Jen…
Buku ini merupkan naskah penelitian yang berjudul "geografi dialek bahasa Banjar Hulu"yang disusun oleh Tim peneliti Fakultas keguruan Universitas Lambung Mangkurat
Penulis mencoba melakukan suatu 'pembongkaran wacana' terhadap apa saja yang selama ini pernah dilontarkan oleh dunia Barat; wacana Orientalisme, Postmodernisme, globalisme.
Tahun 1984, di kota Tokyo. Seorang perempuan muda bernama Aomame mulai melihat kejanggalan dunia di sekitarnya. Ia sadar tengah memasuki dunia yang penuh teka-teki, yang disebutnya 1Q84`Q kependekan question mark. Dunia yang mengandung tanda tanya. Di tempat lain, seorang pemuda dan calon penulis berbakat bernama Tengo, sedang menggarap proyek ghostwriting. Tanpa disadari, proyek itu memb…
buku ini adalah kumpulan tulisan Onghokham (1933-2007) yang tersebar di berbagai media dengan tema sejarah Cina di Indonesia
Kajian buku ini mengelaboirasikan antara manajemen organisasi mazhab para ekonom dan manajkemnnorganisasi dari mazhab para birokrat khusunbya di Indonesai. Buku ini membahas mengenai teori maupun implementasi dari kajian bisnis dan organisai pemerintaha di Indonesia.
Buku ini mengajak pembaca untuk merefeleksikan kembali tata nilai kebudayaan. Dalam buku ini, pembaca diperkenalkan teori sekaligus aplikasinya pada ranah sosial untuk dianalisis sebagai jembatan kekosongan ruang makna kebudayaan