Text
SKRIPSI: Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung Museum Benteng Heritage
Indonesia merupakan salah satu negara asia yang memiliki banyak keanekaragaman di dalamnya mulai dari suku, budaya, bahasa, letak geografis dan lain-lain. Keanekaragaman tersebut membuat Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dalam maupun luar negara, oleh karena itu tidak aneh jika di Indonesia terdapat banyak jenis wisata baik wisata alam, wisata edukasi bahkan wisata religi. Kota Tangerang merupakan salah satu kota yang memiliki banyak objek wisata terutama pada wisata sejarah dan budaya. Salah satunya yaitu Museum Benteng Heritage. Museum ini memiliki sejarah menarik yaitu mengenai peradaban masyarakat Tionghoa yang melekat di Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang digunakan olch Museum Benteng Heritage agar dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan faktor penerapan bauran promosi yang terdiri dari advertising, sales promotion, event and experience, public relation, word of mouth, interactive marketing, personal selling. Komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Museum Benteng Heritage agar dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan faktor penerapan hauran promosi yang terdiri dari advertising, sales promotion, event and experience, public relation, word of mouth, interactive marketing, personal selling. Sumber data yang diperoleh dari informan kunci, informan, observasi, dan dokumentasi di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Museum Benteng Heritage sudah berjalan namun belum efektif. Bauran promosi yang diterapkan olch museum masih kurang maksimal dalam kegiatan promosi. Pemasangan iklan dan penyebaran brosur masih kurang luas serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan museum ini. Hal ini dapat diatasi jika Museum Benteng Heritage lebih aktif lagi dalam melakukan promosi melalui pemasaran interaktif seperti website, dan media sosial yang mereka miliki, serta menyebar brosur dan memasang beberapa banner atau spanduk di beberapa daerah agar dapat dilihat oleh masyarakat.
Tidak tersedia versi lain