Text
SKRIPSI: Identitas Poskolonial dalam Novel Babel Karya R.F.Kuang
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi identitas poskolonial yang direpresentasikan melalui tokoh utama, Robin Swift, dalam novel Babel karya R.F. Kuang. Latar belakang penelitian ini berasal dari fenomena imperialisme yang memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan identitas individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka guna mengumpulkan dan menelaah sumber relevan dari novel dan berbagai sumber literatur terkait teori poskolonial. Teknik penelitian mengacu pada teori poskolonial Homi K. Bhabha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas poskolonial Robin Swift terbentuk melalui proses mimikri. hibriditas, dan ambivalensi. Mimikri ditunjukkan melalui adaptasi Robin terhadap budaya Inggris, seperti mengadopsi nama, aksen, gaya berpakaian, dan nilai Barat. Hibriditas muncul dari perpaduan identitas Tiongkok dan Inggris dalam dirinya, baik secara biologis maupun cara pandangnya. Ambivalensi merepresentasikan dilema Robin antara kepatuhan pada imperium yang memberinya kehidupan layak dan solidaritas terhadap bangsa-bangsa terjajah. Ketegangan ini memuncak ketika ia menyadari penindasan akan bangsanya, yang mendorongnya pada tindakan ekstrem, sebagai bentuk penebusan rasa bersalah dan perlawanan. Kesimpulannya, identitas poskolonial yang direpresentasikan melalui Robin Swift tidak bersifat tunggal atau tetap, melainkan terus berubah sebagai strategi adaptasi dan resistensi terhadap dominasi penjajah, yang pada akhirnya mencerminkan bagaimana tokoh utama yang dijajah dapat menyerap, berasimilasi, dan pada akhimya melawan dominasi penjajah.
Tidak tersedia versi lain