Text
SKRIPSI: Strategi Komunikasi SDIT Al-Fatih Kota Depok dalam Mewujudkan Sekolah Adiwijaya Mandiri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi SDIT Al-Fatih Kota Depok dalam mewujudkan sekolah adiwiyata mandiri dan faktor pendukung serta faktor penghambat strategi komunikasi SDIT Al-Fatih Kota Depok dalam mewujudkan sekolah adiwiyata mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Fatih Kota Depok. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDIT Al-Fatih merupakan salah satu sekolah yang mengikuti program Adiwiyata di Kota Depok. Pada tahun 2016, SDIT Al-Fatih meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Kota, diikuti oleh penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi dan terakhir penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2022. Saat ini, SDIT Al-Fatih masih terus berupaya meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dan strategi yang digunakan SDIT Al-Fatih yaitu strategi pelaksanaan, hal ini karena pelaksanaan merupakan momen di mana seluruh rencana yang telah disusun dijalankan secara langsung di lapangan. Faktor yang mendukung keberhasilan pelaksanaan program Adiwiyata sangat bergantung pada keterlibatan dan kerja sama yang baik antar seluruh elemen di lingkungan sekolah, yaitu antara kepala sekolah, tim Adiwiyata, humas, guru, staf, serta para siswa yang aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan program dan faktor yang menghambat strategi komunikasi SDIT Al-Fatih yaitu faktor motivasi, rendahnya motivasi, baik dari peserta didik maupun tenaga pendidik dan staf sekolah, dapat menjadi penghalang utama dalam menyerap dan mengimplementasikan pesan-pesan terkait program Adiwiyata. Kesimpulannya adalah bahwa strategi komunikasi SDIT Al-Fatih yang dinilai paling efektif adalah pada saat tahap pelaksanaan, dalam strategi tersebut, kepala sekolah menjalankan program seperti bank sampah, piket kelas, penanaman pohon dan sosialisasi tentang lingkungan. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu dukungan dari internal sekolah seperti kepala sekolah, guru, staf, dan orang tua, serta dukungan eksternal seperti bantuan dari DLIHK dan masyarakat sekitar dan faktor penghambatnya yaitu faktor motivasi yang masih rendah, terutama dari sebagian siswa yang belum terbiasa menerapkan perilaku ramah lingkungan seperti memilah sampah atau menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak tersedia versi lain