Text
SKRIPSI: Analisis Strategi Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Urban Farming di Kelurahan Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utama Kota Bogor
Dilihat dari perspektif komunikasi, wanita tani dilibatkan langsung untuk berpartisipasi melaksanakan pesan pembangunan berupa program urban farming. Penyampaian pesan berupa aktivitas urban farming, dapat dilakukan secara langsung oleh penyuluh maupun melalui pemanfaatan media komunikasi. Keberhasilan komunikasi tergantung pada proses komunikasi yang terkait dengan komunikasi yang efektif dimana adanya pemahaman yang sama antara komunikator (pemberdaya) dengan komunikan (wanita tani). Namun, tantangan dalam komunikasi antar anggota kelompok seringkali menjadi hambatan dalam pelaksaan program. Kurangnya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan ketidakpahaman dan rendahnya partisipasi anggota dalam kegiatan. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi strategi komunikasi yang diterapkan oleh kelompok untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan efektivitas program.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterlibatan Kelompok Wanita Tani Kawung Luwuk Kita Berkah dalam program urban farming dan menganalisis Strategi komunikasi DKPP kepada Kelompok Wanita Tani tersebut dalam program urban farming. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua konsep, yaitu konsep analisis strategi komunikasi menggunakan model Miles & Huberman (1984). Dan konsep Tripple Bottom Line. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu mereduksi data (data reduction), penyajian data (data desplay) dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Sementara pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian diketahui bahwa keterlibatan Kelompok Wanita Tani Kawung Luwuk Kita Berkah dalam Program Urban Farming sangat aktif dan memiliki peran yang signifikan dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi lahan produktif. Partisipasi mereka tidak hanya terlihat dari kegiatan bercocok tanam, tetapi juga dalam hal pembagian kerja, pengambilan keputusan bersama, hingga pengelolaan hasil panen baik untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual demi menambah pendapatan keluarga. Sementara strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sudah sangat efektif dan efisien.
Tidak tersedia versi lain