Text
The Swordless Samurai: Kala Kecerdikan dan Kearifan Menakluklan Ganasnya Hukum Pedang
Terbayangkah Anda, seorang anak petani miskin, tanpa pendidikan dan garis keturunan, bertubuh pendek, ceking, dan berwajah mirip kera bisa menjadi penguasa legendaris Jepang abad ke-16?
Hidup di zaman pembantaian dan perang tak berkesudahan, Toyotomi Hideyoshi bermimpi menjadi seorang samurai. Padahal, ronin kelas tiga saja dapat menjatuhkannya dengan mudah dalam perkelahian jalanan. Hideyoshi sadar, jika ingin kepalanya tetap menempel di leher, dia harus lebih mengandalkan otak daripada tubuhnya. Dia pun mengawali karier sebagai pembawa sandal majikan.
Seiring waktu, Hideyoshi berhasil mengubah pengalaman kemiskinannya menjadi empati, sehingga dia begitu terampil dalam meraih dukungan dan kekaguman anak buahnya. Dia juga berhasil mengubah pengalaman berdagangnya menjadi seni negosiasi, sehingga mampu menaklukkan para jenderal samurai yang kejam. Membawahi sekitar dua ratus penguasa pada masa itu, Hideyoshi adalah satu-satunya penguasa feodal yang mencapai tampuk kekuasaan berkat pengabdian, kerja keras, penghargaan, dan tindakan tegas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain