Text
SKRIPSI: Perkembangan Emosi Tokoh Utama dalam Novel The Short Second Life of Bree Tanner karya Stephenie Meyer
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan emosi tokoh utama dalam novel The Short Second Life of Bree Tanner karya Stephenie Meyer melalui pendekatan psikologi sastra. Tokoh Bree Tanner digambarkan sebagai remaja yang mengalami transformasi menjadi vampir dan harus menghadapi perubahan identitas serta tekanan psikologis yang kompleks. Fokus penelitian untuk melihat bagaimana emosi Bree berkembang, faktor psikologis yang mempengaruhinya, serta keterkaitan antara kebutuhan dasar dengan stabilitas emosional tokoh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan novel sebagai sumber data primer dan literatur psikologi sebagai acuan analisis. Teori klasifikasi emosi dari Albertine Minderop digunakan untuk mengidentifikasi emosi seperti rasa bersalah, kesedihan, kebencian, cinta, rasa malu dan kecenderungan untuk menghukum diri sendiri. Teori emosi dasar Paul Ekman digunakan untuk memperkuat analisis terhadap emosi ketakutan, kemarahan, dan keterkejutan yang dialami tokoh, sedangkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow dimanfaatkan sebagai teori pendukung untuk menjelaskan hubungan antara kebutuhan dasar dan perkembangan emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bree Tanner mengalami ketidakstabilan emosional yang disebabkan oleh trauma masa lalu, kondisi lingkungan baru, serta kebutuhan dasar yang tidak dapat terpenuhi. Bree digambarkan memiliki rasa bersalah, kesedihan, dan keterasingan yang mendalam, sekaligus menemukan cinta dan harapan singkat melalui hubungannya dengan Diego. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan emosi Bree Tanner tidak hanya mencerminkan perubahan biologis akibat transformasi menjadi vampir, tetapi juga merefleksikan krisis identitas dan konflik batin yang kompleks. Novel ini menunjukkan bahwa karya sastra mampu menjadi cerminan realitas psikologis manusia melalui penggambaran tokoh dan dinamika batin.
Tidak tersedia versi lain