Text
SKRIPSI: Strategi Kesantunan sebagai Sarana Membangun Presentasi Diri: Analisis Tuturan Laufey dalam Dua Siniar Berdasarkan Prinsip Kesantunan Leech
Penelitian ini membahas penggunaan strategi kesantunan dalam tuturan Laufey pada dua episode siniar, yaitu Q with Tom Power dan Royal Court with Brittany Broski, dengan merujuk pada prinsip kesantunan Leech (1983). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa peran bahasa dalam wawancara publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana interaksi, tetapi juga sebagai alat pengelolaan presentasi diri di media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penggunaan enam maksim kesantunan Leech dalam tuturan Laufey serta menjelaskan fungsi strategi kesantunan tersebut sebagai bentuk presentasi diri. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik simak dan catat. Hasil analisis terhadap 80 data tuturan terdapat 87 penerapan maksim kesantunan. Laufey menerapkan empat dari enam maksim kesantunan, yaitu maksim kerendahan hati (47 penerapan), pujian (19 penerapan), kesepakatan (12 penerapan), dan kebijaksanaan (9 penerapan). Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi kesantunan digunakan untuk membatasi penonjolan diri meskipun topik percakapan berkaitan dengan pencapaian profesional. Dalam konteks wawancara publik siniar, strategi tersebut berfungsi sebagai sarana presentasi diri yang ditampilkan melalui respons yang terkontrol, penekanan pada proses, serta penghindaran klaim personal yang berlebihan.
Tidak tersedia versi lain