Text
SKRIPSI: Strategi dan Kualitas Keberterimaan Penerjemahan Audiovisual Takarir Ungkapan Tabu Tokoh-Tokoh remaja Dalam film Didi (2024)
Penerjemahan ungkapan tabu dalam takarir film menuntut strategi yang tepat agar hasil terjemahanrıya terlihat alami dan diterima secara budaya oleh penonton sasaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas keberterimaan terjemahan yang mengandung ungkapan tabu berdasarkan strategi penerjemahan takarir yang digunakan pada takarir bahasa Indonesia film Didi (2024). Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dengan teknik simak dan catat dalam pengumpulan data dialog tiap tokoh. Analisis ini mengacu pada teori klasifikasi kata tabu oleh Jay (1992) (dalam Widiastuti et al., 2025), strategi penerjemahan takarir dari Gottlieb (1992) (dalam Wigraha dan Puspani, 2022) dan Hariyanto (2005) (dalam Meydinah, Hariyanto, dan Anyassari, 2024), serta penilaian kualitas terjemahan aspek keberterimaan dari Nababan et al. (2012) (dalam Sirait et al... 2018). Temuan menunjukkan bahwa epithets merupakan kategori kata tabu yang paling dominan karena mencerminkan ekspresi emosi spontan tokoh remaja dalam film. Selain itu, strategi taming paling banyak diterapkan sebagai bentuk kompromi antara register remaja dan norma kesopanan budaya Indonesia, sehingga menghasilkan tingkat keberterimaan yang tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penerjemahan takarir ungkapan tabu merupakan proses negosiasi antara kesetiaan pada bahasa sumber dan penerimaan budaya bahasa sasaran.
Tidak tersedia versi lain