Text
SKRIPSI: Representasi Rasa Syukur dalam Lirik Lagu 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan' oleh Bernadya (Analisis Semiotika Barthes)
Studi ini mengkaji bagaimana rasa syukur direpresentasikan dalam lirik lagu "Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan yang dipopulerkan oleh Bernadya. Penelitian ini menggunakan analisis semiotik Roland Barthes, sebuah metode yang menguraikan bagaimana makna diciptakan melalui tanda. Kerangka kerja ini melibatkan tiga tahap: denotasi, yang merupakan makna harfiah dari kata-kata; konotasi, yang mengeksplorasi makna yang lebih dalam dan terkait, dan mitos, yang mengungkap keyakinan budaya yang mendasarinya. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana pesan penulis lagu mendorong refleksi diri dan menumbuhkan rasa syukur pada pendengar. Meningkatnya popularitas lagu-lagu dengan tema-tema semacam ini menjadikan hal ini topik yang menarik dan relevan. Temuan menunjukkan bahwa lirik tersebut merepresentasikan rasa syukur bukan sebagai ungkapan verbal belaka, melainkan sebagai proses ketahanan yang mendalam. Lagu tersebut membingkai pengalaman sulit sebagai katalisator untuk meningkatkan kesadaran akan kebaikan hidup. Analisis menyimpulkan bahwa lagu tersebut mencerminkan nilai budaya yang signifikan: gagasan bahwa penderitaan bukanlah tanpa makna, melainkan memiliki tujuan dan harus dirangkul. Dengan menerima kesulitan, individu dapat menemukan makna yang lebih dalam dan mengembangkan rasa syukur yang lebih tangguh. Studi ini menunjukkan kekuatan musik populer sebagai media untuk mengomunikasikan pesan-pesan kompleks tentang ketahanan emosional dan nilai-nilai budaya.
Tidak tersedia versi lain