Text
SKRIPSI: Pelanggaran Maksim Kesopanan Sebagai Strategi Persuasif Tokoh Dalam Film Wicked (2024) dan wicked For Good (2025)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Program Studi Sastra Inggris, Universitas Pakuan Bogor. Di bawah bimbingan: Sari Rejeki dan Jordy Satria Widodo. Penelitian ini mengkaji penggunaan hahasa sebagai strategi persuasi melalui pelanggaran prinsip kesantunan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pelanggaran maksim kesopanan Leech dan bagaimana hal tersebut berfungsi secara persuasif dalam film Wicked (2024) dan Wicked For Good (2025) Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis isi wacana lalu menggunakan teori utama Leech (1983) dan Cialdini (2009), data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari dialog antartokoh Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data hingga penyajian naratif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter secara dominan menggunakan tindak tutur asertif yang sengaja melanggar maksim kesantunan, seperti maksim pujian, sebagai alat komunikasi untuk membangun otoritas dan memanipulasi persepsi lawan bicara. Pelanggaran ini berfungsi sebagai strategi persuasi halus yang memanfaatkan prinsip psikologis seperti otoritas dan rasa suka untuk mengarahkan perilaku orang lain. Signifikansi penelitian ini terletak pada pengungkapan hubungan antara ujaran yang melanggar maksim kesopanan dalam bentuk asertif dengan tujuan komunikasi persuasif dalam konteks sosial yang kompleks
Tidak tersedia versi lain