Text
SKRIPSI: Penggunaan Kata Tabu Sebagai Ekspresi Rujukan Dalam Serial Euphoria Musim Pertama (2019) & Kedua (2022)
Serial Euphoria karya Sam Levinson memperlihatkan bahwa penggunaan kata tabu sering digunakan dalam interaksi antar remaja, khususnya penggunaan kata tabu sebagai ekspresi rujukan. Hal ini dapat terlihat dari percakapan antar karakter remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata-kata tabu yang digunakan sebagai ekspresi rujukan, dimulai dari jenis kata tabunya, fungsi kata tabunya, dan juga jenis ekspresi rujukannya, yang terdapat dalam serial Euphoria musim pertama dan kedua karya Sam Levinson. Penelitian ini menggunakan teori kata tabu olch Wardaugh (2006) dan juga ekspresi rujukan oleh Kreidler & Charles W (2014) sebagai rujukan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dari transkrip dialog antar karakter dalam serial Euphoria Musim pertama dan kedua yang masing-masing terdiri dari 8 episode, dikeluarkan pada tahun 2019 dan 2022. Berdasarkan analisis enam belas episode dalam serial tersebut, ditemukan 48 ujaran yang mengandung kata tabu sebagai ekspresi rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata tabu yang paling banyak digunakan adalah yang epithet, dengan fungsi dominan berupa fungsi ekspresif untuk menunjukkan penghinaan. Sementara itu, jenis rujukan terbanyak adalah rujukan definite. Melalui data, dapat dipahami bahwa kata tabu seringkali digunakan untuk menunjukkan relasi antar karakter dan juga bentuk kekompakan.
Tidak tersedia versi lain