Text
SKRIPSI: Hubungan Komunikasi Empatik Orang Tua - Remaja Dengan Kesehatan Mental Murid SMA di Kota Bogor
Masa remaja adalah masa yang rentan untuk mengalami gangguan kesehatan mental. Dalam masa ini remaja sering dihadapkan dengan tekanan emosional, sosial dan akademik. Angka gangguan kesehatan mental yang terus meningkat setiap tahunnya, membuat hal ini menjadi faktor penting yang perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komunikasi empatik orang tua dengan remaja dan mengidentifikasi tingkat kesehatan mental murid SMA di Kota Bogor. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis hubungan antara komunikasi empatik orang tua-remaja dengan kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan teori Dukungan Sosial dari Cohen & Syme (1985) yang menekankan pentingnya dukungan sosial dalam menjaga kesejahteraan psikologis individu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 151 siswa SMA di Kota Bogor yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian berlangsung pada Februari hingga April 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi empatik orang tua remaja dengan kesehatan mental murid SMA di Kota Bogor. Komunikasi empatik ayah memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,467 dan komunikasi empatik ibu sebesar 0,456, yang keduanya berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa komunikasi empatik orang tua memiliki peran dalam mendukung kesehatan mental remaja, meskipun bukan satu-satunya faktor utama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan Ilmu Komunikasi dan instansi pemerintahan.
Tidak tersedia versi lain