Text
Film Sebagai Ruang Produksi Makna: Representasi Kekerasan Seksual dan Relasi Kuasa dalam Film Penyalin Cahaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasanı seksual di lingkungan sosial, termasuk di institusi pendidikan, yang sering kali berkaitan dengan relasi kuasa yang timpang serta praktik pembungkaman terhadap korban. Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang produksi makna yang merepresentasikan realitas sosial melalui sistem tanda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penanda (signifier) dan petanda (signified) merepresentasikan kekerasan seksual dan relasi kuasa dalam film Penyalin Cahaya, serta mengungkap makna mitologis atau ideologis yang dibangun melalui representasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa tujuh adegan kunci dalam film yang dipilih berdasarkan relevansinya terhadap isu kekerasan seksual dan relasi kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Penyalin Cahaya merepresentasikan kekerasan seksual sebagai fenomena yang tidak hanya bersifat individual, tetapi juga struktural, yang diperkuat oleh relasi kuasa dalam institusi. Melalui simbol-simbol visual seperti Medusa, pakaian terbalik, mesin fotokopi, dan tato, film ini mengonstruksi mitos tentang pembungkaman korban, dominasi patriarki, serta upaya perlawanan terhadap sistem yang menindas. Kesimpulannya. film Penyalin Cahaya tidak hanya merepresentasikan realitas sosial, tetapi juga berfungsi sebagai kritik terhadap sistem kekuasaan yang melanggengkan ketidakadilan serta sebagai medium yang menyuarakan pengalaman korban kekerasan seksual.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain