Text
SKRIPSI: analisis Perbedaan makna Antara Peserta dan masyarakat dalam Ajang Duta Pustaka jawa Barat Sebagai Sarana Sosialisasi dan Edukasi Literasi.
Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tantangan dalam meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran literasi salah satunya melalui kegiatan berbasis komunitas seperti ajang Duta Pustaka Jawa Barat. Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi tetapi juga sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menyebarluaskan nilai-nilai literasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peserta dan masyarakat memaknai ajang Duta Pustaka Jawa Barat serta mendeskripsikan makna yang dibangun oleh peserta dan masyarakat terhadap ajang Duta Pustaka Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta berlandaskan pada teori Sensemaking yang dikemukakan oleh Sandberg & Tsoukas yang menjelaskan bagaimana individu dan kelompok membangun makna melalui pengalaman dan interaksi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Adapun validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna peserta terhadap ajang Duta Pustaka Jawa Barat terbentuk melalui dimensi individual dan kolektif. Pada dimensi individual, peserta memaknai ajang ini sebagai sarana pengembangan diri, peningkatan kepercayaan diri, serta ruang pembelajaran literasi yang memberikan pengalaman berharga. Sementara pada dimensi kolektif, makna terbentuk melalui interaksi sosial seperti diskusi, pertukaran ide, serta koordinasi dalam kegiatan literasi yang memperkuat pemahaman bersama. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa dampak ajang Duta Pustaka Jawa Barat belum dirasakan secara merata oleh masyarakat luas karena masih terpusat pada wilayah tertentu dan kalangan tertentu saja. Dengan demikian, dapat pat disimpulkan bahwa ajang Duta Pustaka Jawa Barat memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran literasi namun masih memerlukan pengembangan dalam hal pemerataan jangkauan, peningkatan kualitas peserta, serta optimalisasi keterlibatan masyarakat agar dampaknya dapat dirasakan secara lebih luas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain