Text
Media Sosial Sebagai Mekanisme Kekuasaan Dalam Novel Yellowface (2023) Karya R.F. Kuang
Penelitian ini menganalisis representasi media sosial sebagai mekanisme kekuasaan dalam novel Yellowface (2023) karya R.F. Kuang. Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana media sosial berfungsi sebagai mekanisme kekuasaan dalam membentuk opini publik, mengonstruksi identitas, serta membentuk dan memengaruhi reputasi individu dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks serta menggunakan teori utama Michel Foucault (1978). Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dengan mengidentifikasi narasi, dialog, dan deskripsi yang berkaitan dengan media sosial, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan konsep relasi kuasa, wacana, dan konstruksi kebenaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dalam novel direpresentasikan sebagai ruang yang membentuk opini publik. mengonstruksi identitas, membangun maupun menghancurkan reputasi, serta menjalankan tekanan sosial melalui interaksi digital. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyebaran cancel culture berlangsung melalui karakteristik yang berbeda pada setiap platform media sosial. di mana Goodreads berperan dalam membentuk opini publik melalui sistem ulasan dan rating, Instagram memperkuat legitimasi dan popularitas melalui interaksi pengguna, sedangkan Twitter/X mempercepat penyebaran narasi, penghakiman publik, dan tekanan kolektif yang mendorong terjadinya cancel culture. Mekanisme tersebut memperlihatkan bahwa kekuasaan bekerja secara tidak langsung melalui penyebaran wacana, penilaian kolektif, dan legitimasi yang dibentuk oleh masyarakat digital. Penelitian ini menjelaskan representasi media sosial sebagai mekanisme kekuasaan yang membentuk persepsi, identitas, dan posisi individu dalam masyarakat digital melalui perspektif teori kekuasaan Michel Foucault.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain