Text
SKRIPSI: Pelanggaran Maksim Percakapan Gice Dalam Dialog Film Thor: Ragnarok (2017): Bentuk Flouting dan Violation, Implikatur, dan Fungsi Komunikatif
Komunikasi dalam medium film sering kali memanfaatkan makna tersirat yang menyimpang dari kaidah prinsip kerja sama secara literal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ketidakpatuhan maksim percakapan dalam film Thor: Ragnarok (2017). Kajian ini berlandaskan pada pendekatan pragmatik, khususnya teori Prinsip Kerja Sama Grice yang berfokus pada bentuk pelanggaran terang-terangan (flouting) dan tersembunyi (violation) dari maksim percakapan, pengelompokan jenis maksim percakapan, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, beserta pembentukan implikatur dan fungsi komunikatifnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggalian data dilakukan melalui teknik simak dan catat dari observasi tayangan film serta pengklasifikasian transkrip dialog. Hasil penelitian mengidentifikasi (47) data ketidakpatuhan maksim. Bentuk flouting mendominasi dengan (37) data, termasuk maksim kuantitas (7), kualitas (12), relevansi (14), dan cara (4) terutama pada maksim relevansi terdapat (14) data mendominasi. Sementara itu, bentuk violation ditemukan sebanyak (10) data yang hanya terdapat pada maksim kualitas. Sebagai kesimpulan, pelanggaran maksim dalam film ini bukanlah sebuah kecacatan komunikasi, melainkan instrumen strategi pragmatik yang disengaja. Tokoh manipulasi dan pertahanan diri. memanfaatkan flouting untuk menghasilkan ironi, sarkasme, dan efek komedi, sedangkan violation difungsikan untuk Ketidakpatuhan ini terbukti sangat berperan dalam merepresentasikan tendensi implisit tokoh sekaligus menghidupkan dinamika konflik cerita.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain