Text
Panca Waluya: Lima Jalan menjadi Manusia Utuh dalam Perspektif Komunikasi Budaya Sunda
Panca Waluya merupakan konsep falsafah sekaligus sistem nilai dalam kebudayaan Sunda yang memuat lima pilar keselamatan atau kesehatan eksistensial untuk mencapai kualitas manusia yang utuh (cageur, bageur, bener, pinter, tur singer). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai Panca Waluya diartikulasikan dan ditransmisikan melalui perspektif komunikasi budaya masyarakat Sunda. Menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini membedah simbol, ungkapan tradisional (paribasa), dan interaksi sosial yang menjadi medium penyampaian nilai Panca Waluya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panca Waluya bukan sekadar ajaran moral pasif, melainkan sebuah panduan komunikasi kontekstual yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesama, alam, dan Sang Pencipta (transendental). Proses penanaman nilai ini bertumpu pada pola komunikasi lisan, keteladanan (tuladan), dan ritual budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Rekonstruksi nilai Panca Waluya dalam komunikasi kontemporer dinilai krusial sebagai strategi kebudayaan untuk menangkal krisis identitas dan moral di era modern.
Tidak tersedia versi lain