Text
Laut Pasang 1994: bagaiamanapun takdirnya nanti. Tujuh raga akan tetap satu jiwa
Cerita ini berlatar belakang kehidupan sebuah keluarga sederhana di Banyuwangi yang memiliki tujuh orang anak laki-laki (Khalid, Nadi, Dewangga, Apta, Esa, Dipa, dan Windu). Keluarga mereka yang awalnya hangat mulai diuji oleh keburukan sang Bapak serta kepergian Ibu akibat penyakit TBC.
Puncaknya terjadi pada malam tanggal 2 Juni 1994, ketika bencana gempa dan gelombang tsunami dahsyat menerjang kota mereka dalam sekejap. Di tengah kegelapan dan kepanikan, pegangan tangan ketujuh bersaudara tersebut terlepas oleh amukan air laut. Tragedi memilukan ini menyapu bersih kehangatan rumah mereka, menyisakan penyesalan mendalam bagi sang Bapak yang kehilangan sebagian besar putranya, dan menyisakan takdir bahwa meski raga mereka terpisahkan, jiwa mereka akan tetap satu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain