Text
SKRIPSI: Pengaruh Cancel Culture Melalui Klarifikasi SCCT Terhadap Pemulihan Reputasi Influencer dalam Kasus Azizah Salsa X Erspo
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena cancel culture di platform TikTok yang berpotensi merusak reputasi figur publik secara cepat, sebagaimana terjadi pada kasus Azizah Salsha Erspo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran cancel culture, klarifikasi SCCT, tingkat pemulihan reputasi influencer, serta menguji apakah klarifikasi SCCT memediasi pengaruh cancel culture terhadap pemulihan reputasi influencer. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei dan mulai dilaksanakan sejak Januari 2026. Populasi penelitian adalah 40.925 pengguna aktif TikTok Generasi Z di Kota Bogor, dengan sampel 100 responden Generasi 2 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta Uji Sobel dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture berada pada kategori sangat tinggi (mean = 3,46), dengan dimensi Media Partisipatif Digital sebagai yang paling dominan (mean = 3,70). Klarifikasi SCCT juga sangat tinggi (mean 3,60), dengan dimensi Penolakan (Denial) dan Penguatan Citra (Bolstering) sebagai yang tertinggi (mean = 3,80). Pemulihan reputasi 3,46), dengan dimensi influencer berada pada kategori sangat tinggi (mean Kredibilitas dan Hubungan dengan Audiens sebagai yang tertinggi (mean = 3.60). Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa klarifikasi SCCT terbukti memediasi secara signifikan pengaruh cancel culture terhadap pemulihan reputasi influencer, cancel culture berpengaruh signifikan terhadap klarifikasi SCCT (t = 12,945; sig. < 0,001), dan klarifikasi SCCT juga berpengaruh signifikan terhadap pemulihan reputasi setelah mengontrol cancel culture (13.549; sig. 0,001). Efek langsung cancel culture terhadap pemulihan reputasi menurun dari 0,654 menjadi 0,326 setelah Z dikontrol. namun tetap signifikan, dan dikuatkan oleh Uji Sobel (Z=3,423; p = 0,0006 < 0,05), dengan proporsi temediasi sebesar 50,22% dari efek total, yang mengindikasikan terjadinya mediasi parsial (partial mediation). Secara simultan, cancel culture dan klarifikasi SCCT berpengaruh signifikan terhadap pemulihan reputasi influencer (F-48,997, sig
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain