Text
SKRIPSI: Prasangka Kelas dan Ras dalam Film 12 Angry Men (1957) Karya Reginald Rose
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana prasangka ras dan kelas direpresentasikan dalam film 12 Angry Men (1957) karya Reginald Rose. Latar belakang penelitian ini berasal dari fenomena bias struktural dan diskriminasi sistemik dalam superstruktur hukum yang secara sistematis memarginalkan eksistensi kelompok minoritas dan kelas pekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berbasis studi pustaka guna menganalisis elemen tekstual naratif dan sinematografis film. Teknik analisis dalam penelitian ini mengacu pada teori Marxisme sebagai kerangka teoretis utama, serta didukung oleh pendekatan sosio-historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posisi terdakwa dan kelompok marginal dikonstruksikan sebagai ancaman sosial yang dieksklusi oleh institusi peradilan borjuis karena dianggap mengancam batas-batas kerryamanan kelas dominan. Bias kolektif ini memicu alienasi kesadaran yang berujung pada kebutaan objektivitas yang fatal akibat internalisasi prasangka rasial dan kelas. Sementara itu, resistensi argumentatif yang mewujud dalam dinamika deliberasi di ruang juri berhasil menumbangkan dominasi ideologis kelompok mayoritas dengan memanfaatkan kode sinematik seperti claustrophobic framing dan manipulasi camera angles sebagai bentuk kritik sosiologis. Kesimpulannya, deliberasi kritis yang dilakukan oleh individu di dalam sistem menjadi satu-satunya cara rasional yang tersisa untuk mengungkap kesenjangan antara klaim objektivitas hukum dan praktiknya yung sesungguhnya sarat prasangka, sekalipum upaya tersebut pada akhirnya tetap terbentur oleh kuatnya kepentingan materiil dan dominasi kelas yang telah mapan dalam sistem.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain