Text
SKRIPSI: Ambiguitas Kemanusiaan Tokoh Utama Sebagai Manusia Klon Dalam Film Never Let Me Go (2010)
Never Let Me Go adalah sebuah novel yang ditulis oleh Kazuo Ishiguro pada tahun 2005 yang kemudian diadaptasi menjadi film Never Let Me Go (2010) yang disutradarai oleh Mark Romanek. Penelitian ini berfokus pada meneliti ambiguitas tokoh utama dalam film sebagai manusia klon dengan menggunakan pendekatan teori pascahumanisme cyborg yang dikemukakan oleh Donna Haraway. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan analisis terhadap unsur intrinsik film berupa tokoh dan penokohan, latar, narasi, konflik, serta visual yang ditampilkan melalui sinematografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama sentral sebagai manusia klon terbukti memiliki kapasitas manusiawi sepenuhnya seperti emosi, cara berpikir, serta menjalin hubungan satu sama lain, namun statusnya sebagai manusia klon yang diciptakan untuk menjadi donor organ membuatnya tidak dianggap sepenuhnya sebagai manusia di mata masyarakat. Hasil penelitian membuktikan bahwa batasan antara manusia dengan tokoh utama sebagai klon adalah konstruksi sosial-politik pada keberadaan klon hanya dianggap sebagai donor organ semata. Film ini mengangkat berbagai isu sosial seperti kapitalisme, eksistensialisme, dan pelanggaran bioetika dalam latar dystopia bertemakan bioteknologi. Dengan demikian, Never Let Me Go merupakan karya yang relevan untuk menganalisis ambiguitas pada manusia klon sebagai entitas hybrid dalam pascahumanisme cyborg Haraway.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain