Text
SKRIPSI: Kontruksi Makna Hashtag Marriage Is Scary Sebagai Bentuk Kampanye Digital pada Generasi Z Kota Bogor: Studi Fenomenologi Tekanan Sosial di dalam kampanye Digital
Penelitian ini menganalisis konstruksi makna hashtag "Marriage is Scary di Tik Tok sebagai bentuk kampanye digital pada Generasi Z Kota Bogor, dengan fokus pada tekanan sosial yang beroperasi di dalam kampanye digital tersebut, baik tekanan yang bersumber dari algoritma dan komunitas TikTok maupun tekanan pertanyaan "kapan nikah dari keluarga yang dipicu dan diperkuat oleh papuran kampanye Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz yang digabungkan dengan teori konstruksi sosial realitas Berger dan Luckmann (1966), dan dilaksanakan di kawasan Tegallega. Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci perempuan Generasi Z usia 22-24 tahun, empat informan pendukung, dan satu informan triangulasi seorang psikolog. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan yang saling melengkapi: pertama, motif Generasi Z memaknai tren "Marriage is Scary" sebagai ancaman yang didorong oleh paparan berulang konten yang diperkuat algoritma Tik Tok, kedua, nilai yang dinegosiasikan dari tekanan sosial "kapan nikah?" mencerminkan benturan antara norma kolektivistik keluarga dan nilai individualistik generasi digital; dan ketiga, pengalaman Generasi Z mengonstruksi makna tersebut berlangsung melalui tiga proses dialektis eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang menghasilkan disonansi komutikatif dengan intensitas berbeda pada tiap informan. Secara fenomenologis, ketakutan menikah pada Generasi Z lebih tepat dipahami sebagai orientasi pro-kesiapan, bukan sikap anti-pernikahan, sebuah temuan yang juga relevan bagi praktik Humas dalam merancang dan mengevaluasi kampanye komunikasi seputar isu pernikahan di kalangan generasi muda.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain