Absurd sekali jika kita mengatakan bahwa Engels telah menghadirkan Marxisme. Pemikiran Engels lebih berjasa daripada pemikiran Marx dalam menarik dan membuat orang memeluk Marxisme, yang merupakan gerakan politik paling berpengaruh di zaman modern. Engels bukan hanya Bapak dari materialisme dialektis dan historis tetapi juga menjadi sejarawan, antropolog, filsuf Marxis pertama, dan dia juga men…
Buku ini membahas: - perkembangan public relations dari praktik komunikasi menjadi ilmu - akar pengembangan teori public relations - teori 'pinjaman' public rrelations dari ilmu sosial lainnya - teori khas public relations - aplikasi praktis dan penelitian teori public relations
Pengaruh kualitas pelayanan rawat inap terhadap citra rumah sakit ummi bogor. dibimbing oleh diana amaliasari. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan rawat inap terhadap citra rumah sakit ummi bogor
... Buku ini diawali dengan pengenalan akan konsep dasar komunikasi dan pemasaran, dilanjutkan dengan pengenalan konsep komunikasi pemasaran terintegrasi (integrated marketing communication-IMC) yang menekankan betap pentingnya konsistensi pesan atau informasi yang hendak disampaikan perusahaan lewat seluruh saluran komunikasi/bauran promosinya. Bab-bab selanjutnya memuat pembahasan lima sarana…
Di tengah upaya untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya politik bagi masyarakat, ada hambatan dan tantangan. Sebagian masyarakat menganggap politik itu sebagai sesuatu yang kotor dan jahat karena sering mengedepankan berbagai cara untuk memperoleh kekuasaan, bahkan dengan cara kekerasan. Dampak dari munculnya pandangan ini bahkan telah mendorong adanya asumsi bahwa politik itu tidak baik …
Buku ini kumpulan tulisan yang ditulis oleh ahlinya, tentang prosedur umum kegiatan Penelitian, prosedur khusus penelitian sastra dan berbagai alternatif pendekatan
... Pembelajaran saat ini setidaknya menggeser paradigma dari pembelajaran yang berdasar kacamata pengajar (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berdasarkan kacamata peserta didik (student centered). Sebagai paradigma baru, guru bukan lagi yang harus menguasai kelas sebagai aktor, tetapi peserta didik yang lebih berperan sebagai aktor dalam belajar.