The end of World War II in the city of Yokohama, Japan, is portrayed through the heartfelt conversations and letters of two young women. Setsuko and Naomi, classmates and friends living in a bombed-out city, sort through their individual beliefs: "two girls, seventeen and fifteen at their next birthday, and though their real lives had yet to begin they were talking like old folk lost in reminis…
Often, reviewers will settle for analogues whenever they are unable to devise an explicit explanation for what a particular story contains in its form and content. For example, "Kafkaesque" and "surreal" are often used to denote works in which the inexplicable is occurring, often in ways that seem to indicate a fatalism that underlies complex and often fractured narratives. It is a handy catc…
Arus Balik - Sebuah epos pasca Kejayaan Nusantara sebagai kekuatan dan kesatuan maritim pada awal abad 16. Arus berbalik - bukan lagi dari selatan ke utara tetapi sebaliknya dari utara ke selatan, Menguasai urat nadi kehidupan Nisantara
novel ini membahas falsafah, mitologi, ramalan, seni-budaya, budi-pekerti, ke-Hindu-an, ke-Budha-an, Ke-Kristen-an, ke-Islam-an, nyanyian, kesusasteraan, kuliner, traveling, kamasutra Hindhu, dan sebagainya.
Hubungan yang semakin memburuk dengan suaminya, membuat Dini menjalani harinya tanpa semangat. Setitik harapan yang tersisa di hatinya hanyalah terwujudnya rencana yang telah disusun 'Kaptenku' -kekasihnya. Namun, sia-sia Dini menantikan datangnya surat atau dering telepon dari Sang Kapten
Novel Anna Karenina adalah kisah tetang tiga keluarga, salah satunya keluarga karenina. Anna, istri kearenin, menyeleweng dengan seorang opsir muda yang mengaguminya, Aleksei Vronskii, dan Akhirnya memutuskan tali perkawinan.bagi Anna, penyelewengan itu merupakan petaka yang tak dapat ditolak dengan segudang alasannya. Salah satunya di mata Anna
The Reprieve adalah bagian kedua dari trilogi Roads to Freedom, Dalam Novel pergulatan tiga tokoh utama yang di angkat, Mathieu, Jacques, dan Philippe, terasa begitu kental mendidihkan kecemasan akan adanya perang. Sartre sangat Piawai merangsak pikiran dan perasaan pembaca lewat perang ketiga tokoh tersebut hingga lekuk harapan ketakutan, bahkan dialog penipuan-diri di setiap peristiwa