Tak ada manusia yang benar-benar bisa merelakan sebuah kehilangan. Terlebih karena adanya pertalian emosi yang telah terjalin. Di satu sudut waktu Liswindio Apendicaesar, ingin meneriakkan rasa sepinya lewat puisi. Dari situlah ANICCA terlahir. Serupa bentuk pemaknaan kembali tentang arti sebuah arti melepaskan dan memaknai ketidakkekalan.
Mari kita buka apa isi kaleng Khong Guan ini apakah biskuit, peyek, keripik, ampiang, atau rengginang? Simsalabim. Buka! Isinya ternyata adalah ponsel, kartu ATM, tiket, voucher, obat, jimat, dan kepingan-kepingan rindu yang sudah membatu. Dengan membaca buku ini, kita sebagai pembaca akan sadar bahkan merindukan kenyataan bahwa dari biskuit itu tersimpan persoalan mulai dari rindu, cinta,…
Penyair Joko Pinurbo merayakan ulang tahunnya yang ke-60 dengan menerbitkan kumpulan puisi berjudul Epigram 60. Dalam buku tersebut, Joko Pinurbo menghadirkan sejumlah epigram atau puisi pendek yang merespons berbagai persoalan, misalnya pandemi Covid-19, jerat pinjaman online hingga rendahnya upah minimum regional Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bukan jalan yang membawa manusia sampai ke tujuan, melainkan sepasang kaki yang kuat. Kita akan mengingat tahun ini. Kita mengingat bagaimana kebaikan menyelamatkan bumi.
Gerimis bukan berarti hujan, bunga belum tentu berarti kembang. Konon, puisi adalah hasil permainan gaya bahasa seorang penyair yang tidak bisa diartikan secara harfiah. Kerap kali penyair bilang begini, tapi maksudnya begitu. Lalu, bagaimana caranya bisa menikmati puisi dan menangkap pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh penyair? Dalam usaha memahami karya sastra, tentu berbagai pertany…