Buku ini membahas tentang fenomena media yang digunakan sembarangan hingga melahirkan hoaks dan berujung kekacauan. Belum lagi data pengguna yang seringkali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Maka, literasi media adalah kunci menjawab persoalan ini agar pengguna lebih bijaksana dalam tata kata, peduli akan data pribadinya, dan selektif dalam mencari informasi.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa jenis, fungsi dan makna tindak tutur ilokusi yang terdapat pada tuturan tokoh utama novel 13 Reason Why. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.