Aku mungkin hanya musafir iseng tak punya tujuan? Apa yang kucari? Aku terpenjara oleh kantor, keluarga, orang tua dan mertua, istri dan anak. Tapi siapa bilang aku tak terpenjara oleh nafsuku sendiri, dan kecenderungan sok mengejar apa yang abadi, tapi tak sadar telah kandas di atas segala yang fana?
Aku sangat keras secara fisik, tetapi cita-citaku dan yang ingin kutunjukkan kepada dunia adalah kelebutan dan keindahan. Seperti bunga dan buah kaktus.
Novel ini juga lahir dengan semangat zamannya, zaman yang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana harus bersikap di tengah lalimnya para kaum imperialis, sekarang disebut zaman kebangkitan nasional. Beberapa kelompok masyarakat muncul dan menegaskan pendiriannya. Ada yang kasar sikapnya, ada yang lembut dan ada yang setengah hati dalam berhadapan dengan kaum penjajah tersebut