Buku kumpulan cerpen Menulis Tubuh merupakan kumpulan terpilih cerpen-cerpen yang dimuat di Jurnal Perempuan. Cerita-cerita menggambarkan kehidupan perempuan. Penulis antara lain Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, Oka Rusmini, dan lain sebagainya
Camerado, I give you my hand. I give you my love more precious than money. I give you myself before preaching or law. Will you give me yourself? Will you come travel with me? Shall we stick by each other as long as we live?
Sepuluh cerita pendek pilihan dalam buku ini merupakan karya-karya terbaik Hemingway, pemenang hadiah nobel di bidang sastra karena keahliannya menguasai seni bercerita dalam prosa modern, dan pemenang hadiah Pulitzer. Tema-tema yang dipilihnya adalah tentang kepahlawanan, cinta, kehampaan hidup, kematian dengan tokoh-tokoh yang kadang-kadang tampak naif, konyol, atau pengecut
Sejak bertahun-tahun lalu sungai itu merekam jejaknya sendiri di pikiranku. Pada suatu hari, seorang pria dengan tubuh berdarah-darah merangkak ke halaman rumahku yang berada persis di tepi sungai. Aku berusaha sebisa mungkin dan bahkan keluargaku juga meluangkan waktu untuk membuatnya sembuh dan mampu bicara. Pada akhirnya lelaki itu mati setelah tiga hari tiga malam mengigau. Pria tanpa na…
Buku kumpulan cerita pendek ini berisi 13 cerpen Ahmad Tohari yang ditulis antara tahun 1976 dan 1986. Seperti dalam karya-karyanya terdahulu, dalam kumpulan ini pun Tohari menyajikan kehidupan pedesaan dan kehidupan orang-orang kecil yang lugu dan sederhana. Dan sebagaimana dikatakan dalam “Prakata”, kekuatan Tohari “terletak pada latar alam pedesaan yang sarat dengan dunia flora dan fau…
buku-buku yang tergeletak di toko buku loak--seusang apa pun dan ditumpuk-tumpuk semacam apa pun--tetap menyimpan potensinya untuk mewartakan pada kita bahwa buku dan dunia selalu dalam proses menjadi dan mungkin tak kunjung usai, di mana jejaknya acapkali kita pelajari sebagai mozaik sejarah yang penting untuk dibaca." Buku kumpulan esai ini memang sengaja ditata dengan benang merah y…
Dalam puisinya, penyair kelahiran Yogyakarta ini banyak mengamati peristiwa besar-kecil serta refleksi dengan menghadirkan citraan alam. Ia merefleksikan berbagai pengalaman dalam puisi yang teduh, tenang dan memberi visual yang manis pada pembacanya .
Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. Menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. Melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Tegal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah apa... Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah a…