Dalam buku ini dibahas mengenai nilai-nilai agama besar dan universal di dunia, Hindu, Buddha, Khong Hu Cu, Taoisme, Islam, Yahudi dan Kristen, tanpa pretensi tentang mana agama yang lebih besar dan lebih unggul. Buku ini hanya ingin mengupas dan memaparkan setiap nilai yang dibawa tiap-tiap agama
"Lewat bukunya saudara Gusti A. B. Menoh membahas manuver Habermas itu secara bertahap dan rinci, dengan komentar-komentar kritis yang membantu pemahaman. Ia mengambil tiik tolak problem sekularisasi Barat, dan dari situ ia mengupas pemikiran Habermas mengenai demokrasi deliberatif dan hubungannya dengan agama. Tidak semua hal dalam pemikiran Habermas tentang agama dibahas di sini. Buku ini fok…
William James brought something entirely new to the study of religion - he approached his subject from the viewpoint of the philosopher and the experimental psychologist. A physician by training, he used his scientific knowledge to classify, compare and examine a fascinating variety of recorded religious experience. 'He define sexual, esthetc, egoistical, and other elements in religious faith w…
Apakah kehendak bebas benar-benar ada? Apakah manusia bebas benar-benar ada? Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini. Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tradisi dan kel…
buku praktik keagamaan Islam, dapat pula sebagai panduan untuk melakukan persembahan kepada orang tua yang telah wafat seperti mendoakannya dan lain-lain
Filsafat Ilmu memberikan gambaran pemikiran yang jernih tentang hidup ini. Hidup ini sungguh memerlukan pemikiran, agar mampu hidup secara proporsional. Hidup itu sesungguhnya apa, bagaimana hidup harus ada, untuk apa saya hidup, akan terjawab lewat pemahaman filsufi di dalam buku ini.
ensiklopedi Islam ini mengulas secara dalam hal-hal terkait Islam secara keilmuan, teknologi, tokoh islam kerajaan, sejarah, peninggalan sejaraha islam dan lainnya
Sepanjang sejarah manusia, ada perbedaan mendasar antara manusia religius dan non-religius. Bagi manusia religius, ruang dan waktu tidaklah homogen, melainkan heterogen. Sedangkan bagi manusia non-religius, ruang dan waktu bersifat homogen. Fenomena ini kemudian dikenal dengan istilah desakralisasi, atau pengingkaran terhadap adanya sesuatu yang sakral. Buku ini merupakan pengantar yang per…