... Buku Komunikasi Politik edisi revisi 2016 ini menampilkan semua fenomena tersebut, termasuk data dan fakta dalam pemilihan anggota legislatif, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2014, dan Pilkada serentak 2015, semuanya diangkat dan dibahas dalam buku ini.
... Edisi ini memiliki empat bagian utama: 1. Teori Motivasi 2. Psikopatologi 3. Aktualisasi Diri 4. Metodologi bagi Ilmu Pengetahuan Manusia
Buku ini bertolak dari pemikiran bahwa fungsi PR menyangkut hidup matinya perusahaan. Secara komprehensfi dan praktis penulis menjelaskan dan memberi petunjuk dengan memadukan teori komunikasi & jurnalistik, teori organisasi dan aplikasi manajemen, bagaimana mengelola dengan baik hubungan antarea perusahaan dengan para pihak terkait (stakeholders) agar perusahaan dapat tumbuh optimal.
Sosiolinguistik merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan dua disiplin ilmu sosiologi dan linguistic, ilmu ini bersifat terapan dimana digunakan untuk memecah dan mengatasi masalah-masalah yang ada dalam kehidupan praktis masyarakat, bukan pada linguistic murni, karena dalam sosiolinguistik lebih pada kajian eksternal antar disiplin ilmu, (p. 2). Sosiolingusitik merupakan ilmu antardisipilin a…
Linguistik yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya mendekati bahasa bukan sebagai suatu yang lain, melainkan bahasa dipandang sebagai bahasa. Oleh karena itu, linguistik lazim mengartikan bahasa sebagai sebuah sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer. Sebagai sebuah sistem lambang, maka bahasa itu sama dengan lambang lain, yang bersifat arbitrer, dalam kehidupan manusia; tetapi sekali…
... Buku ini memaparkan bahwa "huma sungguk" tersebut menghendaki lahirnya humator profesional dan mantapnya pendidikan profesi. Keberhasilan humas dalam "paradigma baru", sangat ditentukan oleh riset yang mampu mengembangkan teori dan strategi komunikasi yang tepat, dengan memasukkan unsur kunci yaitu nilai-nilai, etika, dan moral. ...
... Pembelajaran saat ini setidaknya menggeser paradigma dari pembelajaran yang berdasar kacamata pengajar (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berdasarkan kacamata peserta didik (student centered). Sebagai paradigma baru, guru bukan lagi yang harus menguasai kelas sebagai aktor, tetapi peserta didik yang lebih berperan sebagai aktor dalam belajar.