Buku Akar Melayu karya Maman S. Mahayana ini mencoba membandingkan dinamika yang terjadi antara sastra Indonesia & Malaysia sebagai dua wilayah perkembangan sastra yang masing-masing sebetulnya berangkat dari akar yang sama.
Menjelang berakhirnya milenium kedua dalam menghadapi era globalisasi masih juga terdengar lesunya pembelajaran sastra di sekolah-sekolah, dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi. Dalam hubungannya dengan pembelajaran sastra di sekolah ini, Taufiq Ismail, pada Kongres Bahasa Indonesia VII, 26—30 Oktober 1998, masih berteriak dengan lantang ihwal "Bangsa yang Rabun Sastra dan Lumpuh Menu…
Suatu analisis kritik sastra yang tajam dan mendalam serta mampu memberi banyak wawasan tentang nilai-nilai kenabian, meliputi (1) amar ma’ruf, menyuruh berbuat kebajikan atau disebut humanisasi ialah pemanusiaan manusia untuk mengembalikan pada fitrahnya sebagai makhluk sosial budaya; (2) nahi munkar, mencegah kemungkaran atau disebut liberasi ialah pembebasan diri dari segala jeratan yang m…
Dalam kesusastraan Indonesia modern, kritik sastra ilmiah baru muncul pada awal tahun 1950-an, berupa tulisan-tulisan Slametmuljana. Mulai saat itu, berkembanglah kritik sastra ilmiah pada kurun waktu 1950-1970 secara perlahan-lahan, terutama ditulis oleh para mahasiswa Slametmuljana dan H.B. Jassin sebagai skripsi sarjana sastra, yang kebanyakan dipengaruhi oleh aliran New Criticism. Namun, kr…