Buku ini berisi kumpulan tulisan reflektif yang menemani pembaca menyadari bahwa setiap manusia di bumi membawa lukanya masing-masing. Banyak orang memilih memendam rasa sakit sendirian karena merasa tidak ada yang peduli atau tidak ingin merepotkan orang lain. Lewat bahasanya yang hangat, buku ini menyampaikan pesan penting: hanya karena bukan cuma kamu yang punya luka, bukan berarti kamu dila…
“Apakah benar luka bisa disembuhkan oleh waktu?” Kita cenderung memendam luka dan justru menambahnya menjadi trauma karena tidak tahu bagaimana cara memahami luka yang tercipta dari waktu ke waktu. Lalu, kita mencoba ‘ambil hikmahnya saja’ atas pengalaman negatif yang terjadi, tetapi tanpa sadar membuat kita terjebak dalam toxic positivity. Akibatnya, saat kita semestinya bahagia, ad…