Novel ini mengangkat berbagai permasalahan wanita kepermukaan, seperti perceraian, hidup menjanda, mendidik dan memelihara anak seorang diri, berpacaran, dan keraguan terhadap lembaga perkawinan. Secara bertahap, novel ini menyajikan keadaan wanita dan sikap pria yang tidak saling menghargai. Akibatnya, mereka tidak saling mengisi dan saling menghargai.
Pramoedya Ananta Toer merekam hidup Kartini dengan tajam yang kemudian membedakannya dengan uraian dan tafsir mana pun atas sosok Kartini
buku ini merupakan kelanjutan petualangan Markesot dalam mengarungi samudra permasalahan kita. Buku kedua ini lebih mengajak kita untuk merenungi hakikat kehidupan.
berkisah tentang tokoh Soekram yang tiba-tiba loncat keluar dari cerita dan menggugat sang pengarang. Novel karya penyair ini menunjukkan hubungan saling kompleks sekaligus paling sejati antara pengarang dan tokoh di dalam tulisannya
Tokoh-tokoh yang diulas dalam buku ini dipilih karena orientasi teoretis mereka yang meskipun tidak satu aliran, tetapi memiliki kesamaan utama yang terpenting : bahwa mereka terilhami oleh Marx dan menggunakan konsep serta analisis Marx secara baru
penulis - dalam buku ini- berpendapat bahwa PKK harus direvitalisasi, direbut, dan dimanfaatkan oleh gerakan perempuan untuk mendorong program-program pro perempuan yang responsif gender
buku ini mengulas masa kecil Obama di Indonesia, masa-masa pendidikannya, dan perjuangannya di kancah politik Amerika Serikat serta debutnya di Partai Demokrat.