Berdasarkan keseluruhan isi, Serat Wira Iswara KBG 702 setidaknya terbagi menjadi beberapa bab, yakni murweng kidung 'awal cerita', ari sukra 'hari jumat', murweng karsa 'muasal kehendak', kasmaran Jeng Sri Bupati 'raja jatuh cinta', gandrung asmara 'jatuh cinta', wulang putra 'ajaran untuk para putra', dan pamardining siwi 'ajaran bagi para anak'.
Sanghyang Siksa Kandang Karesian (SSKK) adalagh teks Sunda kuna berbentuk prosa didaktis yang membahas bagian aturan atau ajaran tentang hidup arif berdasarkan darma. Isinya bersifat ensiklopedis yang memberikan gambaran tentang pedoman moral umum untuk kehidupan bermasyarakat pada masa itu, termasuk berbagai ilmu yang harus dikuasai sebagai bekal kehidupan praktis sehari-hari. Penuturannya ber…
Buku Khazanah manuskrip melayu: dari konservasi hingg aliterasi merupakan bunga rampai yang terdiri dari tiga belas tulisan yang membahasa mengenai berbagai aspek manuskrip melayu baik yang berfokus apda teks, naskah, sejarah, maupun konteks dan pengembangan literasi teks sastra melayu. tulisan-tulisan ini tertuang dalam makalaj yang disajikan dalam acara "SimposiumInternasional pernaskahan Nus…
Ringkasan isi cerita naskah Kabanti Paiasa Mainawa (KPM) adalah sebagai berikut: permulaan dengan bismi 'l-Lah, seruan untuk melakukan pendekatan diri kepada Tuhan, penyampaian kepada manusia bahwa Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pemberitahuan kepada umat bahwa Muhammad adalah utusan Allah, peringatan bahwa semua manusia akan meninggal, gambaran kehidupan alam kubur, gambaran kehidupan…
Serat Pustakaraja adalah mahakarya Pujangga R.Ng. RAnggawarsita yang menceritakan mengungkapkan hamper segala sisi kehidupan manusia baik religi, mitlogi, legenda, simbolisme, hagiografi, mimpi, cinta, karma, perebutan kekuasaan, ilham, hukum, tata pemerintahan negara, filsafat adat istiadat, social kemasyarakata, strategi perang, ajaran pemimpin negara dan abdi negara dan lain sebagainya.
Naskah ini memuat teks tentang ilmu pengetahuan Jawa, seni tari Jawa yang berkembang di lingkungan dalam dan luar keraton. Tradisi Tari Jawa mengenal istilah Dhangsah, ngigel, tandhak, joged dan beksa yang masing masinmg memiliki arti yang sama. Berbagai macam leksikon itu menggambarkan perbedaan cara tarian dibawakan hingga perbedaan maknanya. Dhangsah lebih merujuk pada tarian eropa, Ngigel m…
Serat Lyu Si Jun kemungkinan besar ditulis oleh seorang Tionghoa peranakan dilihat dari tipikal penggunaan inisial atau nama samara (Lan, 1962). Naskah Serat Lyu Si Jun juga merupakan naskah tunggal karena tidak ditemukan naskah lain yang dapat dirujuk sebagai perbandingan dalam penelusuran katalog. Meskipun demikian, ditemukan keterangan mengenai versi bahasa Melayu dengan judul Kitab Delapan …
Naskah ini lebih menitikberatkan pada engetahuan mengenai karakteristik perempuan Sunda terdapat dalam naskah tersebut. Didalamnya membahas tentang wejangan-wejangan Sunan Bagus, cerita seorang istri yang sempurna dan ditutup dengan Alopon. Hasil penelitian wawacan pranan istri memuat ajaran-ajaran moralitas wanita Jawa penyampaian ajaranya dibagi ke dalam 20 pupuh Macapat dan dari pupuih ters…
Wawacan Ningrumkusumah seringkali disebutkan sebagai cerita siklus karena berkaitan dengan wawacan suryaningrat dan wawacan suryakanta. Karena Suryaningrat adalah swaminya Ningrumkusumah, dan Suryakanta adalah anak Suryaningrat dan Ratnawulan. Dilihat dari segi isi diperkitakan teks inin ditu8jukan kepada para wanita karena pada pupubterakhir disampaikan sebagaimanaseorang istri sejati itu. Dig…
Naskah yang disunting dalam buku ini berjudul Jatiswara atau pada naskah-naskah lain sering kali berjudul Serat Jatiswara. Pigeaud dalam Literature of Java (1967:227-229) menjelaskan bahwa teks Jatiswara dan juga teks Cabolang, Centhini, dan Madujaya masuk ke dalam kelompok puisi Jawa klasik yang berisi kisahan santri lelana. Teks berisi kisahan santri lelana, yakni kisah seorang pemuda pengemb…