Text
Kontruksi Citra Perempuan Melalui tokoh Amara dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Adinda Dwifatma: Kritik Sastra Feminis
Citra perempuan dalam karya sastra merupakan salah satu bentuk penggambaran pengalaman, peran, serta posisi perempuan dalam kehidupan sosial yang dapat mencerminkan realitas maupun kritik terhadap konstruksi gender di masyarakat. Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma menghadirkan tokoh Amara sebagai perempuan yang mengalami berbagai dinamika kehidupan, mulai dari tekanan untuk memiliki anak, peran sebagai ibu, konflik rumah tangga, hingga perjuangan mempertahankan kehidupannya di tengah krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel serta menganalisis citra perempuan melalui tokoh Amara berdasarkan citra fisik, citra psikis, dan citra sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra feminis. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dalam novel yang diperoleh melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur intrinsik novel saling mendukung dalam membangun tema mengenai pergulatan perempuan menghadapi tuntutan pernikahan, kehamilan, dan keibuan dalam kehidupan modern. Citra perempuan dalam novel ditampilkan melalui citra fisik yang berkaitan dengan tubuh dan fungsi reproduksi perempuan, citra psikis yang memperlihatkan dinamika emosi serta ketahanan mental, dan citra sosial yang menggambarkan peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat. Tokoh Amara digambarkan sebagai perempuan yang tangguh, adaptif, dan mampu bangkit dari berbagai keterpurukan hidup.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain