Ketika tahu bayinya satu laki-laki dan satu perempuan, dia memutuskan memelihara yang laki- laki saja. Dia, yang terkesampingkan karena lahir dengan kelamin yang kurang disukai masyarakat, segera menukar seperangkat bayi perempuan--yang masih tersambung pada cakram plasenta merah segar dengan tali pusar mengulir putih mutiara--dengan sebuah gerobak, wajan rombeng, dan kursus kilat untuk belajar…
Ini dongeng tiga dara. Bukankah selalu saja tentang mereka, sebab siapa yang tak kenal cerita rumah, keluarga, kita. Tapi ini juga dongeng yang tak kau minta, tentang yang tak terlihat, tak terdengar, terlupa. Di tahun 1991, Hajjah Victoria binti Haji Tjek Sun meramal ketiga cucunya: satu cucu berkelana, satu menjaga, dan satu lagi menjadi pengantin. Ketika salah seorang berkhianat, dara yan…
DI SEBUAH pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri. Kematian sang ibu, Kemala Yunus, seorang perempuan yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung mencari diri itu, sungguh mengejutkan. Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”); seorang kekasih (“Ciuma…
Bu, Haram itu bukannya babi ya ? tanyaku pada ibu. saat itu usiaku baru enam tahun. pertanyaanku kala itu dan rentetan kejadian setelahnya masih kuingat sampai sekarang. Hmmmm bukannya menjawab ibu hanya berdehem sementara tangannya sibuk mengiris bawang di dapur warteg tempat ibu bekerja. "Kenapa aku dipanggil anak haram? Apa aku anak babi? tanyaku lagi tak sabar. Ibu menghentikan geraka…
Banyak hal terjadi di luar kendaliku. Jatuh hati kepadamu adalah salah satunya. Kamu mengajariku melawan ketakutan-ketakutan dalam diriku. Namun, kamu lupa mengajariku melawan hal yang penting; bagaimana caranya agar aku tidak takut kehilanganmu? Ada yang memberi percaya, tetapi kau ragukan. Ada yang sepenuh hati ingin bersama, tetapi kadang terabaikan.
Buku ini adalah kelanjutan dari kisah Pingkan dan Sarwono yang sebelumnya sudah diceritakan dalam 2 buku sebelum ini yang berjudul Hujan Bulan Juni (2015) dan Pingkan Melipat Jarak (2017). Pada novel sebelumnya, diceritakan bahwa Sarwono jatuh sakit karena paru-paru dan harus terbaring bulan-bulan untuk bisa menyelesaikan masa penyembuhannya. Ketika itu Pingkan sudah pergi ke Jepang untuk melan…
Akankah alam semesta yang kita tinggali diam saja terhadap aktifitas yang kita lakukan sehari-hari? Tentu saja tidak. Alam semesta selalu ikut andil dalam setiap langkah yang kita ambil. Begitu pula dengan apa yang dirasakan oleh kedua insan ini, yaitu Juang Astrajingga dan Ana Tidae. Pertemuan mereka yang pertama, dilatari dengan toko buku dan siluet senja yang merdu, begitu menggoyahkan hati …
Novel ini bercerita tentang kisah hidup tokoh utama bernama Rana, lelaki misterius yang memiliki hobi pada seni lukis dan menggambar. Rana merupakan pribadi yang terkesan egois karena selalu membenarkan jalan pikirannya sendiri. Pertemuan Rana dengan Anya adalah pertemuan yang sinkron antara dua manusia, keduanya memiliki kecocokan. Anya yang menyukai dunia sastra seperti puisi dan Rana y…
Kita pernah menjadi sebuah ketentuan pada pertemuan yang saling mengisi hingga saling meniadakan. Namun pada langkah yang saling menjauhi, ketentuan terasa seperti sebuah perjudian antara waktu dengan detaknya sendiri. Karena pada detik ke sekian kita sadar bahwa penerimaan akan membuat kita merasa utuh jika sudah sepenuhnya.
Setelah hari-hari yang sedih berlalu. Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku, sekeras apa pun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku. Yang ku perjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja kita akan berlalu. Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan berkepanjangan. Aku belajar menerima diri; …