Seribu Burung Bangau merupakan salah satu novel Yasunari Kawabata yang mengungkapkan masalah cinta berikut nuansa serta aspek-aspeknya yang lembut, subtil, penuh rahasia dan indah. Melalui deskripsi tentang hal-hal yang bersahaja, seperti cangkir teh atau motif hiasan sapu tangan, Kawabata menyiratkan dalamnya makna memiliki, kehilangan, dan juga pengkhianatan yang acapkali menyertai cinta
Jurnal sastra jepang adalah wadah informasi bidang sastra jepang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. terbit pertama kali tahun 2001 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan agustus dan februari.