Chairil Anwar pernah menulis puisi berjudul “Aku”. Dalam puisi itu dia antara lain menulis: Kalau sampai waktuku/’Ku mau tak seorang ‘kan merayu/Tidak juga kau. Apa yang disiratkan oleh bait puisi ini adalah nasihat. Nasihat itu kira-kira berbunyi: seorang individu harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Nasihat yang sudah berumur puluhan tahun ini sangat relevan dengan kondis…
“Aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran.” Sekali lagi kita menemukan asin laut, putih pasir, bunga karang, dan keindahan-keindahan lain yang membentuk kehidupan di Timur Indonesia dalam puisi. Theo dan Weslly telah menjelaskan dengan sangat baik kepada kita bagaimana jatuh cinta dan mencintai bisa begitu ajaib dan berbahaya. – Irfan Ramli, penuils skenario f…
Bayangkanlah air yang mengalir bebas dari sumbernya di pegunungan tanpa tersekat bendungan. Demikianlah karya-karya di dalam Air Kejujuran ini. Seperti air, puisi-puisi Sindhunata tidak hanya mengalir melewati tempat yang indah, terang, dan bersih. Seperti air, karya-karyanya juga melintasi sudut-sudut yang kotor dan gelap. Menumpahkan kata-kata sebagai air kejujuran, itulah kehendak Penulis di…
Bayangkanlah air yang mengalir bebas dari sumbernya di pegunungan tanpa tersekat bendungan. Demikianlah karya-karya di dalam Air Kejujuran ini. Seperti air, puisi-puisi Sindhunata tidak hanya mengalir melewati tempat yang indah, terang, dan bersih. Seperti air, karya-karyanya juga melintasi sudut-sudut yang kotor dan gelap. Menumpahkan kata-kata sebagai air kejujuran, itulah kehendak Penulis di…
Dalam puisinya, penyair kelahiran Yogyakarta ini banyak mengamati peristiwa besar-kecil serta refleksi dengan menghadirkan citraan alam. Ia merefleksikan berbagai pengalaman dalam puisi yang teduh, tenang dan memberi visual yang manis pada pembacanya .
kumpulan puisi kesusatraan Indonesia adalah akar mimang, seluruh puisi ini menyiratkan tentang dunia lain dari aktivitas mahluk tak kasat mata yang begitu klasik dan horor rumor keberadaannya di tengah masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Menariknya puisi ini karena obyeknya bisa dilukiskan melalui kata dan gaya bahasa berbeda dengan ilustrasi mahluk astral.
Buku antologi puisi ini menghimpun karya para sastrawan yang hadir dalam musyawarah nasional sastra Indonesia (MUNSI) 2016 di Jakarta. Dihadiri oleh 48 peserta MUNSI. inimerupakan kumpulan karya sastra Indonesia puisi, esai dan prosa
Kumpulan puisi
Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. Menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. Melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Tegal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah apa... Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan. Entah a…
“Saya sempat menyaksikan balkon tempat Nelson Mandela dulu memberikan pidato pertama setelah bebas dari penjara rezim apartheid. Nelson Mandela memang sosok luar biasa. Meski lama dipenjara oleh rezim apartheid, dia malah mengajak rekonsiliasi. Ini bedanya dengan di Indonesia. Dendam sejarah dipelihara untuk komoditas politik para politisi busuk.” Naik Puisi: Catatan Seorang Penyair-Peng…