Perihal harapan yang dipaksa mati, percaya yang dikhianati, cerita indah yang harus dilepaskan, adegan manis yang berubah menjadi kenangan pahit, juga keinginan yang jauh lebih baik dibiarkan terurai, mengalir, dan menghilang. Bagaimanapun bentuk patah hati yang sedang kamu rasakan, separah apa pun itu, hadapilah. Memang sulit. Pasti berat. Namun, relakanlah. Sebab, seindah apa pun kenangan …
Jika hidup kamu pernah dijadikan panutan buruk, itu bukan salah kamu. Jika pernah ditangguhkan dalam keputusasaan dan diusir dari rumah yang kamu cintai, itu bukan salah kamu. Jika pernah dikhianati teman-temanmu di tengah perjalanan, itu bukan salah kamu. Jika pernah dijadikan alasan atas kesialan yang berulang, itu bukan salah kamu. Jika pernah digunakan sebagai alat balas dendam seseoran…
Apa itu iman di negeri berketuhanan? Adakah kemanusiaan di tengah keserakahan? Apakah persatuan hanya untuk satu kepentingan? Adakah kebijaksanaan dalam nafsu kekuasaan? Apa itu keadilan sosial bagi rakyat yang terus dirundung malang? Sajak-sajak Okky Madasari dalam buku ini adalah protes, adalah keberpihakan, adalah keresahan warga biasa. Mereka hadir dengan kejernihan bahasa dan lantan…
Salah Piknik adalah kumpulan puisi Joko Pinurbo yang sebagian besar isinya merespons fenomena yang terjadi selama wabah corona melanda dunia. Puisi-puisinya menampilkan permainan kata yang bernada humoris sekaligus getir. Sindiran dan kritik juga hadir dalam buku ini. Dilengkapi dengan ilustrasi karya Alit Ambara, buku puisi ini hadir sebagai dokumentasi sosial yang penting merekam banyak hal b…
ANGSANA merupakan kumpulan puisi terbaru dari penyair Soni Farid Maulana, yang ditulis sepanjang tahun 2000-2006. Buku kumpulan puisinya ini kami terbitkan dengan rasa penuh sukacita. Sebelumnya kami menerbitkan buku puisi Sehampar Kabut (2006) dari penyair yang sama. Alhamdulillah buku puisinya itu masuk dalam lima besar anugerah sastra Khatulistiwa Literary Award 2005-2006.
Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang memesona. Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, …
“Jaksel” (Jakarta Selatan) beberapa waktu yang lalu sempat hangat menjadi bahan roasting-an komika dan media sosial. Dari “bahasa Jaksel” (yang mencampur-campur Bahasa Indonesia dan Inggris), sampai fenomena takut terlihat miskin. Akan tetapi, “Jaksel” dalam buku ini tidak terbatas hanya pada daerah Jakarta Selatan yang aktual. Seperti kutipan di awal, Jaksel bukanlah batas geografi…
Kumpulan puisi